
MediTea dikembangkan oleh Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, salah satu fakultas farmasi terbaik di Indonesia. Riset ini bermula dari pertanyaan sederhana: bagaimana mengoptimalkan manfaat teh hijau melalui pemrosesan yang menjaga dan meningkatkan kandungan senyawa aktif utamanya?
MediTea dikembangkan melalui pendekatan menyeluruh. Penelitiannya tidak hanya mempelajari ekstrak teh hijau sebagai bahan aktif, tetapi juga mencakup formulasi dan stabilitas produk. Pendekatan ini dirancang untuk membantu menjaga kandungan EGCG tetap konsisten hingga MediTea diseduh dan dikonsumsi sesuai petunjuk.
Penelitian mengenai MediTea dan EGCG terus dikembangkan hingga saat ini untuk memahami manfaat, keamanan, formulasi, dan penggunaannya sebagai bagian dari pola hidup sehat.
EGCG dan ekstrak teh hijau telah mendapat status GRAS (Generally Recognized as Safe) dari US FDA melalui GRAS Notice 259 (Kao Corporation, 2008) dan GRN 772 (Kemin Industries, 2018). Dosis 1–3 sachet/hari (80–240 mg EGCG) berada jauh di bawah batas atas 800 mg/hari untuk orang dewasa sehat.