Ekstrak Teh Hijau Terstandar · 125–150 mg EGCG per Sachet · 26+ Tahun Riset · Pesan Melalui 0811-1661-7926Ekstrak Teh Hijau Terstandar · 125–150 mg EGCG per Sachet · 26+ Tahun Riset · Pesan Melalui 0811-1661-7926
MediTea sachet
Tentang MediTea

Kenali Lebih Jauh
tentang MediTea.

MediTea berawal dari riset di Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, salah satu fakultas farmasi terbaik di Indonesia*. Riset ini berangkat dari satu pertanyaan: bagaimana mengolah ekstrak teh hijau agar EGCG, salah satu senyawa antioksidan utamanya, tetap terukur dan terjaga?

Penelitiannya mencakup ekstrak, formulasi, dan stabilitas produk. Perhatian tidak berhenti pada bahan yang digunakan, tetapi juga pada konsistensi kandungan EGCG dalam setiap sachet.

Riset tentang EGCG dan MediTea terus berlanjut sampai sekarang, terus mempelajari manfaat, keamanan, dan pengembangan produknya.

*menurut QS World University Rankings by Subject untuk Pharmacy & Pharmacology

Status Keamanan

EGCG dan ekstrak teh hijau telah mendapat status GRAS (Generally Recognized as Safe) dari US FDA melalui GRAS Notice 259 (Kao Corporation, 2008) dan GRN 772 (Kemin Industries, 2018). Dosis 1–3 sachet/hari (125–450 mg EGCG) berada jauh di bawah batas atas 800 mg/hari untuk orang dewasa sehat. Rincian kandungan dan dosis dibahas di halaman EGCG.

Tengok Proses Pembuatan MediTea

Berawal dari Riset Universitas Airlangga: Mempertahankan Kebaikan dari Alam hingga ke Sachet Siap Seduh

Riset Universitas Airlangga

Yang meneliti
bukan sembarang orang.

Karya peneliti Fakultas Farmasi dan fakultas terkait di Universitas Airlangga tentang MediTea dan EGCG. Ketuk judul untuk melihat hasilnya. Pertanyaan umum seputar produk bisa dicek di FAQ.

Yuliati et al. (2024) — MediTea Aman untuk Sel Tubuh
Uji laboratorium menunjukkan MediTea tidak bersifat racun dan sel tetap hidup lebih dari 50%. Sebelum bahan sampai ke tubuh manusia, ia diuji lebih dulu pada sel; di tahap awal ini, MediTea menunjukkan hasil yang aman.
Purwanto et al. (2010) — Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Minuman teh hijau menaikkan penanda daya tahan tubuh hingga 15,79%. Ketika penanda ini naik, sel pertahanan bekerja lebih aktif dan tubuh lebih siap melawan kuman.
Purwanto (2011) — Melindungi Sel dari Kerusakan
EGCG menurunkan zat pemicu kerusakan DNA hingga lebih dari 90%. DNA menyimpan panduan kerja setiap sel, jadi sel yang DNA-nya terjaga tetap mampu bekerja sebagaimana mestinya.
Purwanto (n.d.) — Menghambat Awal Kerusakan Gen
EGCG menghambat perubahan gen yang menjadi awal sel berubah dan berfungsi tidak normal. Mencegah perubahan di titik ini berarti menghentikan masalah sebelum sempat berkembang.
Rahmadi et al. (2025) — Memperbaiki Kondisi Hati
EGCG memperbaiki kondisi hati pada uji hewan yang diberi makan tinggi lemak. Hati adalah pusat pengolahan lemak tubuh, jadi kondisinya langsung berdampak pada kelancaran metabolisme.
Rahmadi et al. (2023) — Menurunkan Nafsu Makan
EGCG menurunkan asupan makan yang berlebih pada uji hewan. Ketika asupan lebih terkendali, tubuh tidak menerima energi melebihi kebutuhan sehingga berat badan lebih mudah dijaga.
Oktaviyanti et al. (2024) — Menjaga Kulit Tetap Muda
Perhitungan komputer memperkirakan EGCG bekerja lebih kuat dari retinol dalam melawan radikal bebas, pemicu kulit kering dan kendur. Karena itu, kelembapan dan kelenturan kulit berpotensi lebih terjaga.
Rosita et al. (2019) — EGCG Mematikan Sel Kanker HeLa (Sel Kanker Serviks)
Penelitian ini menguji EGCG pada sel kanker HeLa, jenis sel kanker serviks yang banyak dipakai di laboratorium. Hasilnya, EGCG terbukti mematikan sel tersebut.
Ismiyatin et al. (2018) — Meredakan Peradangan
Olesan EGCG menurunkan zat pemicu peradangan pada jaringan yang radang. Ketika zat ini berkurang, tanda-tanda peradangan ikut mereda tanpa harus masuk ke dalam tubuh.
Rahayu et al. (2018) — Menguatkan Pertahanan Tubuh
Minuman teh hijau menaikkan tiga zat pertahanan tubuh dalam tujuh hari. Zat-zat ini bertugas menarik dan mengaktifkan sel pelawan kuman, sehingga sistem pertahanan bekerja lebih sigap.
Rahman et al. (2019) — Kandungan Tetap Terjaga
Dengan tambahan vitamin C, kandungan EGCG bertahan sampai 90% selama empat hari. EGCG yang tidak rusak saat penyimpanan tetap sampai ke gelas saat diseduh.
Azis et al. (2023) — Tahan Lama Disimpan
EGCG dalam minuman instan hanya turun 20% setelah 32 jam disimpan di kulkas, artinya 80% kandungannya masih ada. Karena tidak cepat rusak, minuman bisa disimpan lebih lama tanpa kehilangan sebagian besar isinya.
Susilowati et al. (2022) — Melindungi Kualitas Sel
Ekstrak teh hijau membantu menjaga fungsi sel dengan mengurangi kerusakan pada asam amino, bahan baku penyusun protein.

Sebagian penelitian di atas menguji EGCG dan ekstrak teh hijau secara umum; sebagian lain menguji material MediTea secara langsung. Seluruhnya dikembangkan oleh peneliti Universitas Airlangga.

Yang ada di dalamnya

Ekstrak teh hijau dengan EGCG yang terukur.

125–150 mgEGCG per sachet
2 gisi bersih per sachet
0,185 gEkstrak teh hijau per sachet
26+tahun riset
MediTea

Stay Healthy
with MediTea.