Menristekdikti : MediTea produk unggulan Univ Airlangga sbg. penelitian inovasi dari rekayasa non kimiawi

Menristekdikti : MediTea produk unggulan Univ Airlangga sbg. penelitian inovasi dari rekayasa non kimiawi

Dapat kiriman dari pengguna MediTea dari Jakarta.. beliau datang ke Surabaya berdasar info dari berita koran yg dikirimi temannya yakni berita tentang MediTea yg dipromosikan langsung oleh Menristekdikti Prof.H.Muhamad Nasir, PhD, Ak.
Dan kamipun baru mengetahui dan membacanya

Kendala utama dalam mewujudkan kemandirian obat di dalam negeri adalah masih tingginya angka ketergantungan impor bahan baku obat.

Ketergantungan pada bahan baku aktif (active pharmaceutical ingridients/API) maupun bahan baku penunjang (eksipien) cukup tinggi.

Sekitar 95-96 persen bahan baku obat masih diimpor, terutama dari Tiongkok dan India.
Untuk mewujudkan kemandirian obat dan bahan baku obat di dalam negeri, pengembangan industri bahan baku obat menjadi prioritas yang harus dikerjakan.

Belum lama ini Menristekdikti M Nasir, meninjau sejumlah hasil penelitian dan inovasi yang telah memasuki tahap hilirisasi industri di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Salah satu produk penelitian yang menarik minat Menristekdikti adalah meditea, minuman herbal yang sarat manfaat kesehatan.

Ini merupakan temuan dari Guru Besar Fakultas Farmasi Unair, Prof Dr H Djoko Agus Purwanto ,Apt, MSi

Penelitian melalui rekayasa non-kimia yang Djoko lakukan sejak 1996, menghasilkan produk teh yang mengandung kadar antioksidan sangat tinggi.

Djoko menegaskan teh yang mengandung kadar epigalokatekin galat sangat tinggi tersebut mampu mengatasi penyakit-penyakit degeneratif, meningkatkan imun tubuh, dan menghambat pertumbuhan sel kanker.

“Teh biasa juga mengandung epigalokatekin galat, tapi rendah.

Epigalokatekin galat meditea, 10 kali lipat dari teh biasa. Itulah kelebihannya dari teh biasa, dan dibuat dari murni bahan teh asli, tanpa tambahan bahan lain.

Terbukti mampu mengatasi berbagai penyakit, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, tekanan darah rendah, stroke, dan jantung koroner,” tuturnya.

Banyak Manfaat
Djoko menerangkan segudang manfaat tersebut juga dikarenakan aktivitas antioksidan dan antiradikal bebas meditea yang sangat tinggi, yakni mencapai 100 kali vitamin C dan 25 kali lipat vitamin E.

“Pada penderita hipertensi, manfaat teh ini dapat memperbaiki tingkat kelenturan pembuluh darah, sehingga bila lentur, tekanan darah bisa turun, dan sebaliknya yang tekanan rendah bisa naik.

Jadi sebenarnya manfaat teh ini mengembalikan fisiologis seseorang ke tingkat normal,” ujar Djoko.

Selain hipertensi yang banyak diderita orang di atas usia 40 tahun, lanjut Djoko, meditea juga mampu menyembuhkan sejumlah penyakit infeksi yang mematikan lainnya, seperti hepatitis dan human immunodeficiency virus infection and acquired immune deficiency syndrome (HIV/AIDS).

“Bahkan sekarang ini ada kecenderungan digunakan untuk infeksi-infeksi virus, salah satunya hepatitis.

Salah seorang pengguna meditea virallod, hepatitisnya turun sampai 0. Untuk penderita AIDS, epigalokatekin galat bereaksi dengan protein gp120 dari virus HIV secara kovalen sehingga virus tidak bisa masuk ke dalam sel CD4.

Akibatnya, perbanyakan virus menjadi terhambat,” kata dia.
Proses pembuatan meditea, kata Djoko, membutuhkan waktu cukup lama demi untuk mengekstrak sari pati teh.

Dalam bentuk daun, mengendalikan kandungannya pasti sulit. Sebaik-baiknya tanaman, tidak mungkin kadar manfaatnya sampai dua kali lipat.

“Maka tumbuhan teh diekstrak, dihilangkan bagian-bagian yang tidak diperlukan, lalu kadar kafein diturunkan sampai 60 persen dari satu gelas teh, tapi epigalokatekin galat-nya tinggi.

Prosesnya cukup lama sehingga kami selalu kesulitan memenuhi permintaan,” paparnya.
Djoko menambahkan hasil penelitian ini telah diproduksi massal oleh PT Asimas , dengan menggunakan bahan baku seluruhnya murni dalam negeri.

“Tehnya berasal dari kebun teh di sekitar Lawang, Malang. Sekarang sudah sampai produksi yang kedelapan, terjual 40 ribu box ke seluruh Indonesia, bahkan ke Singapura, Kanada, dan Malaysia,” pungkasnya. selocahyo/N-3
Ditulis 12 Mei 2017

Note :
Padahal saat ini penjualan MediTea total sudah lebih dari 200ribu box.. dan inipun masih sering kosong seperti saat ini.. prediksi stok utk 3bulan ternyata hanya mencukupi 2minggu saja.

link :

http://www.koran-jakarta.com/meditea–teh-penyembuh-aids/

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


WhatsApp chat