EGCG SEBAGAI ANTI OSTEOPOROSIS

EGCG SEBAGAI ANTI OSTEOPOROSIS

EGCG SEBAGAI ANTI OSTEOPOROSIS

Selamat siang semuanya.. Assalamualaikum Wr Wb
Semoga semuanya sehat dan selalu bahagia ya..
Beberapa hari ini saya banyak sekali tamu dengan keluhan keropos tulang atau Osteoporosis.

Memang sih kebanyakan tamu kami adalah lansia yg memang sudah menopause yang konon pengalamannya pasca meno memang para penyakit akan berbondong² bertamu ditubuh kita.

Dari para tamu tersebut juga banyak sekali yang masih sangat muda sekitaran 30th sekian dan 40th an.. malah kemarin terkaget² ada yang berusia 38th sudah meno.. waduhh ini yang agak mengherankan tetapi ternyata banyak .. hiks.

Memang sebenarnya semua bisa terjadi pada kita.. tetapi sebenarnya itu kan permasalahan orang tua.. disinilah akhirnya terjadi Osteoporosis karena kekurangan hormon estrogen.

Memang sebenarnya juga bisa diatasi dengan sulih hormon tetapi mudhorotnya sepertinya lebih besar dari manfaatnya.. namun jangan tanya ke saya mudhorotnya ya.. gugling saja.

Resiko tinggi terjadi bagi para wanita yang sudah mengalami menopause atau yang otw menopause. Maka kebutuhan akan anti oksidan EGCG ini menurut banyak sekali riset akan membantu mengatur kehilangan tulang akibat kekurangan estrogen pada wanita pasca menopause.

Osteoporosis itu ada 2 macam yakni primer dan sekunder
Osteoporosis primer merupakan sindrom osteoporosis yang terjadi pada wanita paska menopause (post menopause osteoporosis) serta juga pada pria berusia lanjut (senile osteoporosis).

Post menopause osteoporosis terjadi karena berkurangnya hormon estrogen yang bertugas membantu mengatur pengangkutan kalsium ke dalam tulang. Gejalanya bisa timbul pada usia 51-75 tahun, meskipun tidak semua wanita memiliki risiko yang sama untuk terkena penyakit ini.

Sedangkan senile osteoporosis kemungkinan terjadi akibat berkurangnya kalsium dan ketidakseimbangan antara kecepatan hancurnya tulang dan pembentukan tulang baru.

Sementara osteoporosis sekunder adalah osteoporosis yang disebabkan oleh berbagai hal antara lain oleh kelainan endokrin, gangguan fungsi hati, ginjal, defisiensi vitamin D, gangguan hematologi, kelainan saluran cerna dan berbagai macam obat-obatan.

Proses menurunkan kepadatan tulang secara perlahan ini seringkali tidak menimbulkan gejala. Itu sebabnya osteoporosis disebut the silent disease. Jika kepadatan tulang sangat berkurang sehingga tulang menjadi sangat rapuh bahkan hancur, akan timbul nyeri dan kelainan bentuk tulang.

Juga penderita gagal ginjal kronis dan kelainan hormonal, seperti halnya: tiroid dan adrenal, atau pada mereka yang mengonsumsi obat-obatan jenis tertentu. Mengonsumsi alkohol secara berlebihan dan kebiasaan merokok dapat memperburuk kondisi ini.

Salah satu faktor penyebab yang paling sering pada osteoporosis sekunder adalah produksi sel hormon glukokortikoid berlebihan. Dimana glukokortikoid yang berlebihan dapat menyebabkan penghambatan proses regenerasi sel tulang. Serta merta glukokortikoid juga berperan banyak dalam proses menghambat penyerapan kalsium ke sel tulang. Dalam kasus ini, jika terjadi dalam jangka pandang akan menyebabkan osteoporosis.

Gejala yang dialami oleh penderita osteoporosis bermacam-macam, seperti serangan rasa nyeri secara akut di bagian tertentu pada punggung.

Tahun 2008 Shen dkk menunjukkan bahwa kondisi estrogen yang rendah kerapatan tulang dan kelenturannya masih terjaga dengan baik. Hal ini mengurangi resiko patah tulang yang sering dialami oleh orang² tua.

Bahkan terdapat hubungan yang positif antara konsumsi antioksidan EGCG tinggi dengan “bone mineral density (kerapatan tulang) yang terjadi pada wanita pasca menopause, ini juga berdasarkan riset dari beberapa negara seperti Kanada, Inggris , Taiwan , Japan , USA dan Australia

Bahwa konsumsi teh dapat mengurangi keropos tulang dan mengurangi risiko patah tulang osteoporosis. Polifenol teh meningkatkan osteoblastogenesis dan menekan osteoklastogenesis secara in vitro.

Sebelumnya, (-) – epigallocatechin-3-gallate (EGCG), meningkatkan diferensiasi osteogenik dari sel batang mesenchymal sumsum tulang murine (BMSCs) dengan meningkatkan ekspresi mRNA dari gen yang terkait dengan osteogenesis, alkali aktivitas fosfatase dan, akhirnya, mineralisasi.

Dalam riset ini menemukan bahwa EGCG dapat mengurangi keropos tulang dan meningkatkan arsitektur mikro tulang pada tikus osteopenic yang diinduksi ovariektomi, serta meningkatkan penyembuhan kerusakan tulang sebagian melalui protein morphogenetic tulang 2 (BMP2).

Penelitian ini menyelidiki efek EGCG pada BMSC manusia. Kami menemukan bahwa EGCG, pada konsentrasi 1 dan 10 µmol / L, dapat meningkatkan ekspresi mRNA dari BMP2, Runx2, alkaline phosphatase (ALP), osteonectin dan osteocalcin 48 jam setelah perawatan.

EGCG meningkatkan aktivitas ALP baik 7 dan 14 hari setelah perawatan. Selain itu, EGCG juga dapat meningkatkan mineralisasi dua minggu setelah perawatan. EGCG tanpa antioksidan juga dapat meningkatkan mineralisasi. Kesimpulannya, EGCG dapat meningkatkan ekspresi mRNA dari BMP2 dan gen terkait osteogenik selanjutnya termasuk Runx2, ALP, osteonectin dan osteocalcin.

EGCG selanjutnya meningkatkan aktivitas ALP dan mineralisasi. Kehilangan aktivitas antioksidan masih dapat meningkatkan mineralisasi BMSC manusia (hBMSC). Ini riset yang terupdate tentang EGCG yang sangat membantu dalam pengobatan osteoporosis.. jadi jangan percaya hoax yang menyebutkan bahwa minum tehjo akan menyebabkan tulang keropos seperti yang terjadi pada gelas yang menjadi merah karena keraknya teh.

Btw apa sih ovariektomi?? Ovariektomi atau operasi pengambilan ovarium antara lain dimaksudkan untuk pemandulan, penggemukan, modifikasi tingkah laku agar lebih jinak dan mudah untuk dikendalikan, untuk keperluan dalam penyembuhan beberapa penyakit seperti pyometra, tumor ovari dan kista ovari (Wirakusumah, 2003; Smith et al., 2000).

Pengambilan ovarium dapat menyebabkan penurunan konsentrasi estrogen dalam sirkulasi darah (Mohamed dan Rahman, 2000). Ovariektomi pada tikus dimaksudkan sebagai hewan model defisiensi estrogen yang kondisinya menyerupai wanita menopouse (Yuniarti, 2008).

Menurut Hoenderop et al. (2005) penurunan estrogen mengakibatkan penurunan absorpsi kalsium usus dan peningkatan ekskresi kalsium melalui ginjal. Pada tulang, estrogen bekerja meningkatkan resorpsi tulang, menurunkan pembentukan osteoblas, dan penurunan densitas tulang (Riggs et al., 2002).

Lebih tingginya resorpsi tulang dibandingkan dengan pembentukan tulang menyebabkan terjadinya osteoporosis atau rapuh tulang (Nguyen dan Eisman, 2000).

Estrogen berfungsi meningkatkan absorpsi kalsium intestinal dan reabsorpsi kalsium tubulus ginjal (McKane et al., 1995; Van Abel, 2002). Kekurangan estrogen pada individu ovariektomi menyebabkan hypocalsemia terkait dengan turunnya proses absorpsi kalsium di usus (Bai dan Favus, 2006).

Perlakuan ovariektomi pada tikus atau pada wanita menopouse yang menyebabkan penurunan hormon estrogen, menurunkan reabsorbsi kalsium dalam ginjal, meningkatkan ekskresi kalsium urin (David et al., 2002)

Riset menjelaskan EGCG memiliki efek positif pada pengeroposan tulang pada tikus yang diovariektomi, dan menghambat ekspresi Sema4D dalam jaringan tulang.

Ayo belajar yang benar.. meski emak² berdaster harus faham akan ilmu kedokteran dasar ya..
Ada lagi jurnal tahun 2018 yang menjelaskan Epigallocatechin ‐ 3 ‐ gallate melindungi terhadap osteoporosis sekunder dalam model tikus melalui jalur pensinyalan Wnt / β-catenin

EGCG terhadap osteoporosis sekunder diperiksa dan mekanisme potensinya dianalisis. Pengobatan dengan EGCG secara signifikan menurunkan kalsium serum, kalsium urin, berat badan dan lemak tubuh, dan meningkatkan kadar leptin pada tikus dengan osteoporosis sekunder.

Selain itu, pengobatan EGCG secara signifikan menghambat osteoporosis sekunder. Pengobatan juga secara signifikan menurunkan aktivitas alkali fosfatase, faktor transkripsi terkait-runt 2 dan ekspresi mRNA osterix. EGCG juga secara signifikan menginduksi ekspresi protein dari cyclin D1, Wnt dan β-catenin, dan menekan peroksisom proliferator yang diaktivasi reseptor expression ekspresi protein pada tikus dengan osteoporosis sekunder.

Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa EGCG mungkin ke depan merupakan obat baru yang mungkin dalam pengaturan klinis. Riset masih terus dilakukan.

Kesimpulannya :

EGCG sangat penting untuk pencegahan dan sangat dibutuhkan untuk membantu pengobatan dan penyembuhan osteoporosis. Dosis bagi penderita osteoporosis adalah 3x 2 sachet /hari, untuk pencegahan jika usia d bawah 40th bisa 1-2 sach/hari.. diatas 40tahun 2-3 sach/hari

Demikian yg sedikit informasi tentang osteoporosis semoga bermanfaat, jadi jangan lupa minum teh ya..

Wassalamualaikum wr wb

ANDRIANI PRIMARDIANA

 

 

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


WhatsApp chat