DOSIS EGCG YANG TEPAT UNTUK KANKER

DOSIS EGCG YANG TEPAT UNTUK KANKER

Assalamualaikum Wr Wb
Salam sehat.. & bahagia selalu

Hikmah silaturahim hari ini.. ada tamu seorang dokter dan suami dari Jombang… seorang dokter yg baik… yg ingin belajar tentang Antioksidan langsung dari suami Djoko Agus Purwanto.. sdh janjian lamaaa.. dan jodoh ketemunya hari ini.

Semoga ihtiyar kesembuhannya bisa berhasil.. lebih sehat.. bermanfaat juga bagi pasien2nya, minimal ketika mendengar secara langsung itu lebih jelas dari sumbernya bisa lebih yakin dan lebih jelas.. bagaimana perhitungan dosisnya , mekanisme kerjanya .. dll.

Mendengarkan kuliah beliau saat bersama² itu ternyata saya belum mudeng juga… yg mengharuskan saya belajar lbh dalam lagi apalagi dengan beredarnya video dari paksuku Djoko Agus Purwanto… pada video edukasi 1 tentang Penggunaan MediTea untuk pasien kanker yang menjalani kemoterapi dan radiasi? Akhirnya sang istri ini harus dikualihi panjang lebar selama 3 hari liburan kmrn… hehehehhe ternyata menjadi seorang GuBes itu memang sulit .. harus pinter dan berwawasan luas an suabaarrrr…. apalagi jika muridnya seperti istrinya ini nggak mudeng² karena pikirannya gak fokus.

Dibaca ya saudara²ku monggo jika ada yang kurang jelas nanti merapat dengan saya lagi.. tidak berarti saya langsung bisa jawab lho ya.. Alhamdulillah jika saya bisa segera saya jawab.. tetapi jika tidak bisa tunggu edisi saat² menjelang dikeloni malam hari.. atau pagi hari setelah sholat Subuh .. karena itu waktu² saya dikuliahi oleh suami. Jangan tanya dan kepo apa saja materinya ya… selain Kama Sutra jilid XXXXXXXX pangkat 12 juga jurus² helikopter yang masih bikin penasaran mahasiswa saya di grup OM dan Pengguna MediTea…uppssss
BERAPA DOSIS THE UNTUK MEMBUNUH KANKER??

Masalah berikutnya yang muncul adalah seberapa banyak teh yang dibutuhkan agar dapat membunuh sel kanker? Apakah satu gelas teh sudah cukup untuk membunuh kanker? Tentu jawabnya tidak.

Jika demikian seberapa banyak 100 uM seperti hasil penelitian yang paling optimum. Satuan uM (mikro Molar) adalah satuan untuk konsentrasi EGCG di dalam darah, sehingga untuk mengetahui seberapa banyak EGCG yang dibutuhkan harus dirubah dahulu ke dalam bentuk milligram.

Dengan asumsi volume darah manusia dewasa sebanyak 5 liter, maka diperoleh dari perhitungan bahwa 100 uM EGCG setara dengan sekitar 225 mg. Dalam satu gelas teh hijau biasa, terkandung didalamnya sekitar 20-35 mg EGCG, sehingga dibutuhkan kira-kira 7 sampai 11 cangkir teh untuk mendapatkan hasil yang sama dan harus dilakukan 3 kali sehari agar diperoleh jumlah yang konstan.

Dengan demikian dibutuhkan total 21-33 cangkir teh hijau setiap hari. Apabila menggunakan Meditea, 1 sachet Meditea mengandung 160 mg EGCG. Untuk mendapatkan kandungan 100 uM EGCG di dalam darah dibutuhkan 2 sachet Meditea atau 2 cangkir Meditea hangat dalam sekali minum dan dilakukan 3 kali sehari yaitu pagi 2 sachet, siang 2 sachet dan malam 2 sachet atau 6 sachet perhari.

Jumlah air hangat yang dibutuhkan terserah disesuaikan dengan selera. Dengan demikian penderita kanker dalam melakukan terapi teh menggunakan Meditea sangat santai dan nyaman. Rasa Meditea yang alami dan segar seolah-olah tidak sedang melakukan terapi. Walaupun digunakan tidak menggunakan gula rasa tetap enak dan badan terasa nyaman.

Bagaimana jika untuk orang sehat???? Untuk orang sehatpun sebaiknya menggunakan MediTea… dan hingga kini banyak yang menggunakan Meditea untuk menjaga kesehatan tubuhnya. Bagi orang sehat cukup 1-2 sachet per hari pada pagi hari. Disini artian sehat bukan hanya saat ini tidak terdeteksi kanker saja lho ya… tetapi belum ada indikasi penyakit Degeneratif (hypertensi, hipotensi, kolesterol, asam urat, jantung .. dll) kalau sudah ada salah satunya memang sudah masuk dalam dosis terapetik yaitu 3-4 sach per hari nya.

Ini dosis optimum untuk penyembuhan bagi pasien kanker (6 sach/hari) , seperti yg saya lakukan hingga kini. Hal ini juga diterapkan bagi pasien² yg mengalami kekambuhan (relapse) dan diharuskan menjalani chemotherapy kembali… saat itu dosis obat chemo yg diberikan pada jumlah yg tinggi. Dan belum tentu tubuh bisa kuat dan mampu untuk menerimanya. Kolaborasi pemberian EGCG dosis tinggi seperti ini diharapkan bisa membantu dalam penyembuhan bagi pasien kanker. Dan ini sudah banyak testimoni dari para pasien kanker juga didukung oleh beberapa penelitian.

Alhamdulillah pada pasien2 yg masih di stadium awal cara ini bener² bisa membantu bagi kesembuhannya sehingga akhirnya hasil test PA nya bagus dan banyak para pasien BPJS yg saat menunggu jadwal operasi , kemudian dilakukan pemeriksaan penunjang sdh tidak perlu operasi… atau ada yg hanya dioperasi tp tdk memerlukan chemoterapy.. tetapi hal ini tetap harus dimonitor dan dievaluasi dengan kontrol rutin dan tetap konsumsi EGCG.

HASIL PENELITIAN THE SEBAGAI ANTI KANKER
Guang-Jin Du dan kawan-kawan (2012) dari University of Chicago mengeksplorasi efek dari 10 senyawa polifenol dari teh hijau ini pada proliferasi sel kanker kolorektal HCT-116 dan SW-480. Sel kanker HCT-116 dan SW-480 ini merupakan sel kanker usus manusia yang dibiakkan di luar tubuh dan diuji di laboratorium dengan menggunakan flow cytometri yaitu uji untuk melihat seberapa banyak sel kanker yang mati (apoptosis) karena senyawa polifenol. Sel HCT-116 memiliki gen pengendali apoptosis yang masih baik, sedang sel SW-480 gen pengendali apoptosisnya sudah rusak.

Kanker adalah masalah kesehatan masyarakat yang paling utama di dunia. Satu dari empat kematian di Amerika Serikat adalah karena kanker (Siegel et al., 2012). Manajemen klinis kanker selalu melibatkan beragam tindakan konvensional seperti operasi, radiasi, dan kemoterapi.

Namun karena kanker pada manusia bersifat sangat kompleks, maka dibutuhkan manajemen alternatif untuk meningkatkan efektifitas terapeutik dan kualitas hidup pasien. Kemoterapi atau pengobatan kanker dapat dikembangkan dengan menggunakan atau menggabungkan produk alami dengan senyawa kemoterapi untuk menghambat perkembangan tumor baik digunakan secara tunggal maupun kombinasi. Oleh karena itu, penggunaan bahan alami untuk menangani kanker merupakan tantangan yang harus terus menerus disempurnakan dan dieksplorasi.

Banyak orang tidak menyangka bahwa teh memiliki khasiat yang begitu hebat sebagai anti kanker. Ribuan penelitian secara simultan membuktikan efek anti kanker dari teh. Hal ini semakin menguatkan bukti empiris bahwa teh yang biasanya hanya digunakan sebagai minuman ringan ternyata memiliki khasiat yang kuat khususnya sebagai anti kanker asal digunakan dalam dosis yang cukup.

BAGAIMANA JIKA MENGGUNAKAN TEH HIJAU BERLEBIH ???

Meditea hanya berisi ekstrak teh saja dengan bahan pembawa yang aman. Menurut FDA (US Food and Drug Administration), katekin di dalam ekstrak teh hijau dinyatakan masuk dalam kategori GRAS (Generally Recognized as Safe) dengan GRAS Notice nomer GRN 259 artinya dikenal aman untuk digunakan bahkan dalam jangka waktu yang lama. Hal ini karena EGCG selain senyawanya sendiri tidak toksik, juga termasuk senyawa yang mudah larut dalam air sehingga jika berlebih akan mudah dikeluarkan melalui urin. Studi pada penggunaan ekstrak teh per oral diperoleh bahwa untuk orang dengan berat 60 kg, penggunaan ekstrak teh sebanyak 150 gram setiap hari masih taraf aman (Hsu et al., 2011).

Uji toksisitas terhadap penggunaan EGCG diperoleh bahwa konsumsi EGCG sebanyak 30 gram sehari dan digunakan setiap hari masih tidak dijumpai adanya efek samping atau NOAEL (No Observed Adverse Effect Level) (Isbrucker et al., 2006). Jadi dosis EGCG dalam 2 sachet Meditea 160 mg/sachet, pagi-siang-malam dalam sehari masih jauh di bawah hasil penelitian tersebut, artinya masih terlalu kecil untuk menghasilkan efek samping. Beberapa konsumen menanyakan bagaimana efek Meditea terhadap ginjal. Jumlah EGCG yang diakumulasi pada ginjal hanya 0,28% dari total yang kita minum (Chen & Lin, 2015) dan bahkan EGCG sangat bermanfaat bagi ginjal karena mencegah renal fibrosis dan kerusakan sel ginjal akibat pembentukan batu ginjal (Kanlaya et al., 2016).

KESIMPULAN

Hehehehehe mudeng nggak … memang belajar tentang antioksidan itu sulittttt ya ternyata.. jadi dalam penentuan dosis pun para dokter² yang melakukan penelitian Bersama beliaupun masih belajarrr lamaaaa karena ilmu ini masih baru dan terus berkembang.. dan Prof. Djoko pun masih belajar…

Dan ini saya sertakan pula Daftar Pustakanya… biar kalau dokter yang menangani pasien kanker bertanya apa yang mereka konsumsi … maka para pasien cerdas akan menjelaskan bahwa selain obat medis mereka juga mengkonsumsi teh hijau dengan antioksidan tinggi, hingga semua orang bisa turut mempelajarinya.

PUSTAKA
Chen, ZM., & Lin, Z., 2015. Tea and human health: biomedical functions of tea active components and current issues.
J Zhejiang Univ Sci B., 16(2):87-102

Du, GJ., Zhang, Z., Wen, XD., Yu, C., Calway, T., Yuan, CS., and Wang, CZ., 2012. Epigallocatechin Gallate (EGCG) Is the Most Effective Cancer Chemopreventive Polyphenol in Green Tea. Nutrients, 4, 1679-1691

Hsu YW, Tsai CF, Chen WK, et al., 2011. A subacute toxicity evaluation of green tea (Camellia sinensis) extract in mice. Food Chem Toxicol. 49(10):2624–2631.

Isbrucker RA, Bausch J, Edwards JA, et al., 2006. Safety studies on epigallocatechin-3-gallate (EGCG) preparations. Part 1: genotoxicity. Food Chem Toxicol. 44(5):626–635.

Kanlaya, R., Khamchun, S., Kapincharanon, C., & Thongboonkerd, V., 2016. Protective effect of epigallocatechin-3-gallate (EGCG) via Nrf2 pathway against oxalate-induced epithelial mesenchymal transition (EMT) of renal tubular cells. www.nature.com/scientificreports

Siegel, R., Naishadham, D., Jemal, A., 2012. Cancer Statistics. CA: Cancer J. Clin., 62, 10–29. �

Semoga bermanfaat.. monggo di share jika bermanfaat.. abaikan yg tidak penting² karena yang gak penting itu yang nulis istrinya.

Wassalamualaikum wr Wb

Andriani Primardiana
Djoko Agus Purwanto

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


WhatsApp chat