BENEFIT OF GREEN TEA by Neni M Luthfi

BENEFIT OF GREEN TEA by Neni M Luthfi

Assalamualaikum Wr wb
Salam sehat dan bahagia dari Surabaya…

Pagi ini saya akan share tentang ilmu tentang Green Tea yang sudah pernah ditulis dengan kumplit.. informatif oleh adinda Neni M Lutfi di Grup KetoFastosis.. yang sebaiknya saya share ulang disini agar membuka wacana bagi yang lain.. karena biasanya yg nulis saya atau suami Djoko Agus Purwanto kali ini yang nulis beliaunya dengan ulasan dan penunjang yg sangat netral.

Matur nuwun ya dik Neni….
dik Neni ini berada dalam Group Tenaga Kesehatan khusus KetoFastosis di telegram bersama dengan banyak teman² dokter lainnya dokter Asri Ningrum, dr. Dr Piprim B Yanuarso, dr. Hasrulliana Ningsih Wahyuli, dr. Retno Wulandjari, dr. Jen Alif Latifah Helmy, dr. Niken Ubaidillah , Dr. Noer Saudah dll. lebih 300 an tenaga kesehatan.

⭐️ 🍵 *Great Benefits of Green Tea* 🍵 ⭐️
#part 2 (27/04/2017)
Rewritten by: NN
Bismillah, kali ini saya coba untuk menulis tentang manfaat spesifik dari GT (Green Tea/ Teh hijau)…, janji saya atas permintaan dokter Asri.. Asri Ningrum ☺️ 🙏🏻
Walaupun sblmnya tulisan benefit umum GT pernah saya tulis (link: https://www.facebook.com/groups/119735115075073/permalink/417431325305449/ ),
maka anggap saja ini adalah part 2 nya..

Latar belakang menulis part 2 ini adalah karna sekarang ini adanya trend/kecendrungan mengkonsumsi ekstrak GT yang memiliki kandungan EGCG yang tinggi.
Untuk apa?
Tentu saja sangat berguna utk improve kesehatan kita, dan sangat recommended utk yang memiliki riwayat sakit berat, misalnya berbagai jenis kanker, diabetes, dan manfaat baik lainnya.
Di Indonesia, minuman teh hijau ini diteliti dan dikembangkan oleh seorang Guru Besar Kimia Farmasi Unair, Prof. Dr. @Djoko Agus Purwanto, Apt., M.Si Djoko Agus Purwanto selama lebih kurang 18thn.
(hingga sekarang sudah 21th ya… riset masih jalan terus .. An)

Produknya yang dikenal dengan nama MediTea ini merupakan salah satu bentuk kepedulian serta Dharma Bhakti Unair kepada masyarakat, yang telah dipercaya sebagai pusat IPTEK bidang kesehatan dan obat.
Sedangkan di luar negri, riset ini juga telah bnyak dilakukan oleh peneliti2 berbagai negara, seperti US, Jepang, Cina dll.
Bahkan seorang peneliti bernama Prof.Lester A.Mitscher PhD, Dept of Medicinal Chemistry Kansas University, telah menulis buku yang berjudul The Greean Tea Book, yg diterbitkan pada tahun 1997.

Selanjutnya, mari kita bahas ttg topik utama dari GT dengan kandungan EGCG yang tinggi ini..
Here we go..
==////===////
🔹
EGCG itu apa?
EGCG, Epigallocatechin Gallate, adalah suatu anti-oksidan yang banyak ditemukan pada polifenol GT.
Karena GT diolah dengan proses yang sedikit dibanding teh lainnya, maka konsentrasi antioksidannya tertinggi dibanding teh lain.
GT kaya akan catechin.
Catechin ini adalah antioksidan terkuat dr antioksidan lain yang kita kenal.
100x lebih kuat drpd vit C dan 25x lebih kuat drpd vit E.
Eh bentar.. stop dulu yah.. heheheee 😁
Kita pahami dulu dikiit istilahnyaa, biar agakk paham.. soalnya mngkn agak ribet dengan banyaknya istilah di atas yahh.. Mikir, ko ribet dan bnyak bnget nama2 anehnyaa, padahal cuman bahas GT doang.. 😅
🔹
Okayy, coba sambil lihat gambar daun yang ada di lampiran, disitu catechin adalah bagian dari polifenol.
Biasanya, kandungan catechin di polifenol ini adalah sekitar 30%.
Nah catechin ini bersifat antioksidan yang membantu menetralisir radikal bebas (radikal bebas ini merusak struktur sel dan menyebabkan berbagai macam penyakit).
Catechin ini jugalah yang membuat GT menjadi spesial.
Nah sub-klas dari catechin ini, ada EG, EGC, ECG, dan EGCG.
Unsur catechin yang paling banyak dan menonjol adalah EGCG, yaitu sekitar lebih dari 50% di catechin nya.
🔹
Konsentrasi EGCG di GT lebih banyak drpd semua jenis teh lainnya (sekitar 137x lebih bnyak). [1]
Makanya, Fastosis-ers sangat disarankan menggunakan teh jenis GT, bukan jenis lainnya.
Trus, apakah semua GT memiliki EGCG?
Jawabannya IYA
Lalu apakah jumlah kandungannya sama?
Tidak! 😃
🔸
Nah, jika ingin mengambil manfaat EGCG ini, maka kita bisa siasati dengan memilih GT yang memiliki kandungan EGCG yang cukup banyak atau paling banyak.
Perhatikan gambar berikutnya, disitu terdapat grafik batang yang memperlihatkan jenis GT dan konsentrasi EGCG nya.
Dari situ kita bisa lihat bahwa hampir semua jenis GT jepang lebih tinggi kandungan EGCG nya dibandingkan jenis GT china.
Dan jenis GT sencha lebih bagus daripada jenis matcha.
Ko bisa yah?.. 😃 😃
Ternyata jenis tsb dibedakan dari proses penanamannya. (Lihat gambar sencha vs matcha).
Sencha tumbuh di tempat yang terkena full sinar matahari, sedangkan matcha tumbuh di tempat yang teduh.
Dan cahaya matahari inilah yang membuat theanin bergerak ke atas menuju daun dan kemudian berubah menjadi catechin. Sehingga sencha memiliki kandungan catechin lebih banyak (42%) drpd matcha.
Saya pribadi lebih suka cita rasa sencha daripada matcha. Dan ternyata sencha memiliki cafeine yang lebih sedikit drpd matcha, lebih murah juga drpd matcha dan rasanya ngga pahit..!
🔸 🔸
Lalu apa *manfaat besar dari EGCG ini?*
1️⃣ Membantu treatment dan kemo-preventif kanker liver dan usus [2,3,4]
EGCG dapat mengatasi efek stimulasi IGF pada jalur sinyal dependen dari IGF-1R, sehingga memperluas peran EGCG sebagai penghambat RTK kritis (insulin Reseptor Tirosin Kinase) yang terlibat dalam proliferasi/perkembangan sel kanker liver (HepatoCelularCarcinoma) dan colorectal/usus. Ini juga dikarenakan EGCG telagh terbukti dapat meningkatkan antiproliferasi secara signifikan
2️⃣ Membantu mengurangi jerawat [5]
Yaitu dengan membuat protein IGF-3 lebih banyak dipompa keluar utk mengikat IGF-1 yang mengambang di aliran darah. Sehingga scr langsung memblokir atau mencegah aktivasi reseptor IGF-1 yang berpotensi mendorong terjadinya jerawat.
Kadar IGF-1 yang tinggi biasanya membuat kulit memompa sebum berlebihan dan menghasilkan terlalu banyak sel kulit di pori-pori, kemudian saling menempel dan menyumbat pori-pori, dan dan akhirnya terjadi peradangan.
3️⃣ Treatment infeksi berbagai spesies Candida [6,7,8]
EGCG dan zat lain dalam GT memiliki sifat aktif anti-jamur diferensial secara in vitro melawan C. glabrata, C. albicans dan C. parapsilosis shg berguna untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh candidas.
EGCG juga bertindak sebagai senyawa antifolat pada candidas, mengganggu metabolisme asam folatnya shg EGCG bersifat inhibitor/penghambat yang efisien.
4️⃣ Menurunkan GDP dan HbA1c [9,10]
Penurunan kadar gula puasa dan konsentrasi Hb A1c yang signifikan, dimana dilakukan dengan uji coba skor Jadad yang tinggi.
Juga banyak riset yang telah dilakukan untuk yang obesitas dan DM tipe2.
5️⃣ Membantu dalam kesehatan metabolisme cardiovascular, atherosclerosis [11,12,13]
Catechin dalam GT memberikan efek perlindungan thd vaskular melalui banyak mekanisme, termasuk efek antioksidan, anti-hipertensi, anti-inflamasi, anti-proliferatif, anti-trombogenik, dan lipid.
6️⃣ Memiliki efek antiproliferatif (anti pembelahan sel) yang paling manjur dibandingkan polifenol lainnya [14,15].
Bahkan efek anti-proliferatif EGCG lebih manjur daripada 5-fluorouracil, yang merupakan obat kemoterapi pada kanker kolorektal
7️⃣ Membantu treatment sel kanker prostat dan payudara [16]
EGCG menawarkan zat antitumorigenik, dimana memiliki aktivitas anti-invasif yang potensial dg mengurangi (87%) fenotipe invasif tumor mammae; dan mengurangi risiko kambuh pada wanita dengan kanker payudara stadium I dan II. Serta secara signifikan menghambat perkembangan kanker prostat.
8️⃣ Membantu treatment sel kanker paru-paru [17]
EGCG dan kafein pada GT dapat menghambat proliferasi sel (masing-masing 57% dan 50%) pada adenokarsinoma; sertapeningkatan apoptosis pada adenokarsinoma (masing-masing 2.6x dan 4x lipat) dan adenoma (keduanya 2.5x lipat), dll.
9️⃣ Dapat mengurangi kolesterol LDL [18]
EGCG menghasilkan pengurangan konsentrasi kolesterol total dan LDL secara signifikan, namun tidak ada efek pada kolesterol HDL (‘kolesterol baik’).
🔟 Membantu treatment kanker pankreas [19]
EGCG pada sel dapat mengurangi produksi laktat, glikolisis anaerob, konsumsi glukosa dan tingkat glikolitik, dimana sebanding dengan cara penghambatan LDHA (enzim Lactate dehydrogenase, sebagai ekspresi penanda sel kanker) dengan oxamate treatment.
1️⃣ 1️⃣ Membantu menghambat perkembangan sel kanker ovarium [20]
Sebagaimana dg penjelasan kanker lainnya, bahwa EGCG menghambat proliferasi dan menginduksi apoptosis sel kanker SKOV3 ovarium; juga menurunkan ekspresi AQP5 yang dapat menghambat pertumbuhan tumor.
1️⃣ 2️⃣ Membantu melindungi kulit dari kanker akibat efek buruk sinar UV [21,22,23]
EGCG memiliki manfaat dalam memperbaiki DNA yang rusak setelah terpapar sinar UV (mencegah kerusakan sel menjadi kanker); menstimulasi sel2 T nya sistem kekebalan tubuh untuk membunuh sel yang rusak; memblokir promotor tumor yang buruk; dan merangsang perusak tumor yang kuat dan sistem immun tubuh IL-12.
🔸
Lalu, berapa banyak sih kandungan EGCG yang paling bagus di GT?
JIka mengacu pada produk merk mediTea, kandungan EGCG per sachetnya (2 g) adalah sekitar 125-150 mg.
Nah, jika kita menggunakan GT jenis sencha, berdasarkan data, kandungan EGCG dalam 1 gram nya adalah sekitar 73.3 mg.
Jadi, cukup dengan penggunaan 2 g sencha juga, kita sudah mendapatkan kandungan EGCG yang setara dengan hampir 150 g.
2 g ini sama dengan 1 sachet. Namun saya pribadi lebih suka dengan teh jenis serbuk/bubuk
🔹
Kemudian, berapa bnyak atau berapa kali baiknya konsumsi GT?
Wajibnya, tentu sehabis makan atau refill. Saya yakin, minimal 1x (utk yang IF panjang atau DF), dan maksimal 2-3 x utk yang IF pendek. Dan itu masih dalam kapasitas yang wajar.
Sebagai perbandingan, 2g atau 1 sachet sencha sudah cukup utk menjaga kesehatan atau pemakaian harian.
3 x (2g atau 1 sachet sencha) dalam sehari, juga adalah porsi yang cukup juga utk yang memiliki riwayat penyakit serius dan yang ingin mengambil benefit dari EGCG ini seperti yang telah saya sebutkan di bagian manfaatnya.
🔸
Seduhlah dengan air yang tidak kurang dari 90°C agar EGCG yang diperoleh semakin banyak.
🔸 🔹 🔸
Dan buat Fastosis-ers, jangan takut atau ragu minum GT.
GT cocok untuk semua jenis usia, mulai dari 2th ke atas.
GT, bersifat water soluble (larut dalam air), juga memiliki kandungan vitamin E.
Jika kita minum GT agak banyak, maka akan diekskresikan oleh tubuh. Beda halnya jika kita mengkonsumsi terlalu banyak vitamin E, maka akan tetap mengendap di dalam tubuh.
Anehnya, malah ada yg takut dg GT jika diminum sehabis makan, krn khawatir zat besi nya kegerus.
Dokter Asri pernah menjelaskan terkait hal ini lho..
Berikut petikannya:
“Sekarang banyak defisiensi zat besi, tapi dgn mikroskop elektron ternyata terjadi penumpukan zat besi di situ yg merusak mitokondria.
Jadi justru teh hijau memperbaiki intoxikasi zat besi (reaksi fenton yg merusak mitokondria, yg banyak terjadi pada penyakit degeneratif)
Sedangkan erbaikan defisiensi zat besi tidak bisa dgn supplemen zat besi. Justru berbahaya.
Tapi perbaiki protein carriernya yaitu ferritin dan transferin. Perbaiki fungsi liver terutama enzimnya ceruloplasmin.
Jadi…justru teh hijau itu bagus…gak papa diminum tiap habis makan”.
🔻 🔹
Nah, makanya ga usah takut atau ragu minum GT dlm life style ini. Minumlah sesuai kebutuhan, tidak berlebihan, dan jg seimbang dg asupan cairan yang lainnya.
🔹 🔸
Walaupun manfaat EGCG ini sangatlah bagus untuk kesehatan dan treatment penyakit, namun saya yakin bahwa hasilnya tidaklah akan optimal dan efisien jika tidak dilakukan dengan pola atau gaya hidup yang baik dan tepat.
Fasting yang identik dengan healing adalah gaya hidup yang paling LOGIS untuk menjaga, memperbaiki dan meningkatkan kesehatan kita.
Tentu saja harus diimbangi dengan pola makan yang mendukung dan mempertahankan keadaan fasting ini untuk terus dipertahankan dan dilakukan dengan disiplin.
===///===////
Demikian ulasan EGCG pada GT di part 2 ini…
Mohon maaf jika banyak kesalahan dan kekurangan, dan semoga bermanfaat… 🙏🏻 🙏🏻
Wassalam…
=========•••••=======••••••========•••
Diolah dari berbagai sumber.
Jurnal:
[1] https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/14518774
[2] https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18164805
[3] https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3416950/
[4] https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16053920
[5] https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11773671
[6] https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25605775
[7] https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16585130
[8] https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/14688042
[9] https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23803878
[10] http://www.sciencedirect.com/…/article/pii/S0031942208005888
[11] https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2748751/
[12] https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23620122
[13] https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2657471/
[14] https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3509513/
[15] https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3499108/
[16] http://cancerres.aacrjournals.org/content/67/12/5763
[17] http://cancerres.aacrjournals.org/content/66/23/11494
[18] http://ajcn.nutrition.org/…/…/06/29/ajcn.110.010926.abstract
[19] http://link.springer.com/article/10.1007%2Fs11306-014-0672-8
[20] https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16818507
[21] https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17049833/
[22] https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20103727
[23] https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21094124

Sangat keren dan bagus sekali.. lengkap …
matur nuwun

Andriani Primardiana

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


WhatsApp chat