Author - admin

SUPPORT DARI RELAWAN KANKER UWI MANIAPASTA (DWI SUGIARTI) UNTUK MediTea

Mentemen yang japri saya menanyakan Meditea, mohon maaf saya TIDAK jual Meditea, ya.

Saya beli Meditea untuk konsumsi Mas Suari maintain stamina dan daya tahan tubuh agar kankernya tidak relapse (naudzubillah). Alhamdulillah, setelah sempat pake aneka macam herbal, Mas Suari cocok pake Meditea. Yang dulu gampaaang banget batuk sampai pneumonia (radang paru), setelah pakai Meditea bisa dibilang kesehatannya cukup stabil.

Saya mendapatkan Meditea prosesnya sama seperti orang lain, pesan di Mbak Andriani Primardiana dan mengisi form pemesanan. Jadi kalau mau beli sama saya ya gak bisa. Saya tidak tau jumlah stoknya dan jelas barangnya tidak ada di saya. Meditea juga tidak dijual bebas di pasaran. Sepengetahuan saya sampai saat ini pemesanan Meditea masih dibatasi karena pemesan selalu lebih banyak dari stok yang tersedia. Semoga ke depannya kapasitas Meditea makin meningkat ya, agar yang membutuhkan bisa segera mendapatkan Meditea dengan mudah.

Yang berminat pesan Meditea bisa hubungi Mbak Andri. Beliau sudah seperti kakak saya sendiri. Seorang survivor kanker dan istri dari Prof. Djoko Agus Purwanto, profesor dari Fakultas Farmasi UNAIR yang melakukan riset untuk menciptakan Meditea hingga menjadi formula yang sekarang.

Bagi yang berminat, silakan hubungi Mbak Dewi (stafnya Mbak Andri) di 081235636878.

Mohon maaf sekali lagi, pemesanan Meditea tidak bisa melalui saya karena saya tidak jualan. Mbak Andri memang mengamanahi saya beberapa box Meditea untuk dibagikan pada para pejuang kanker tapi itu tidak untuk dijual. Jadi sekali lagi, mohon tidak pesan Meditea pada saya ya. Hatur nuhuuun.

Jakarta , 2 Desember 2017

 

Read more...

BIOGRAFI PROF. Dr.DJOKO AGUS PURWANTO

Assalamualaikum Wr Wb
Salam sehat.. ceria dan bahagia selalu ya..

Kalau yang masih kepo tentang video edukasi bagaimana EGCG bisa memperbaiki DE (Disfungsi Ereksi) agak sabar ya.. belum disoting beliaunya, tapi besuk pasti saya tulis.

Terus buanyakkkk sekali yang bertanya bagaimana sih Profil dari yang membuat Teh Hijau tetapi warnanya tidak hijau ini??? Bagaimana sepak terjangnya .. dimana beliau sehari²nya ? hari ini saya informasikan Biografinya. Saya copaskan dari komputer beliau

Prof. Dr. Djoko Agus Purwanto, Apt. M.Si adalah Guru Besar bidang Kimia Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga. Beliau dilahirkan tanggal 5 Agustus 1959 di Surabaya, putra ke-5 dari sebelas bersaudara.

Ayahnya yang sangat ia hormati adalah seorang pejuang di jaman kemerdekaan dan kemudian hingga akhir hayatnya mengabdikan diri pada TNI AL yang bertugas di Surabaya. Belajar tentang ilmu farmasi mulai ditekuninya sejak tahun 1978 yaitu pada saat menimba ilmu di Fakultas Farmasi Universitas Airlangga.
Berbekal beasiswa dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, beliau dapat menyelesaikan program Magister Ilmu Farmasi di UNAIR tahun 1994.

Program Doktornya juga ia selesaikan di Universitas Airlangga pada tahun 2000 dengan beasiswa dari URGE (University Research and Graduate Education).

Riset tentang khasiat teh mulai didalami sejak penulisan disertasinya yang berjudul “Hambatan Inisiasi Karsinogenesis oleh (-)-Epigalokatekin Galat Melalui Mekanisme Peningkatan Aktifitas O6-Alkilguanin-DNA Alkiltransferase (Suatu Pendekatan Biologi Molekuler untuk Mendapatkan Senyawa Penawar Karsinogen)” yaitu suatu riset yang mengungkap cara kerja kandungan teh, (-)-epigalokatekin galat (EGCG) dalam khasiatnya mencegah kanker melalui system perbaikan DNA. Telah dibuktikan bahwa EGCG dapat meningkatkan kerja suatu enzim yang bertugas memperbaiki DNA apabila terjadi kerusakan.

Enzim ini akan segera memperbaiki kerusakan DNA apabila terdapat serangan dari senyawa-senyawa yang membahayakan tubuh dan memicu terjadinya kanker. Seperti telah disampaikan dalam suatu hasil riset, bahwa dewasa ini setiap orang dalam satu hari bisa terjadi ribuan kali terbentuknya sel yang akan menjadi sel kanker (inisiasi karsinogenesis).

Apabila sel ini tidak dapat diperbaiki kerusakannya, maka terjadilah potensi berkembangnya kanker. Oleh karena itu peran enzim perbaikan DNA (DNA repair enzyme) sangat penting untuk menjaga agar tubuh kita tetap sehat dan EGCG dari teh dapat meningkatkan aktivitas dari enzim perbaikan DNA ini.

Mengapa setiap hari terbentuk sel-sel yang punya potensi menjadi kanker, hal ini disebabkan karena makanan yang masuk kedalam tubuh kita atau bisa juga parahnya polusi udara saat ini serta adanya radiasi gelombang elektromagnetik seperti sinar ultra violet, sinar X senyawa radioaktif dan sebagainya.

Di samping itu, infeksi beberapa virus juga dapat memicu terjadinya kanker seperti Virus Hepatitis B (HBV) atau Virus Hepatitis C (HCV), Human Pappiloma Virus (HPV), Epstein Barr Virus (EBV), Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan sebagainya.

Pengembangan teh hijau untuk mencegah kanker memiliki arti yang sangat strategis dan tepat. Bahkan teh hijau memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi minuman sehari-hari yang dapat menurunkan angka insiden kanker di Indonesia.

Selain harga teh yang murah, teh juga dikenal aman untuk dikonsumsi setiap hari bahkan sampai bertahun-tahun, puluhan tahun atau seumur hidup. Hal ini disebabkan karena teh juga memberikan rasa segar untuk dinikmati. Khasiat anti oksidannya mencegah terjadinya penuaan dini dari semua organ tubuh sehingga angka harapan hidup dengan sehat bangsa Indonesia meningkat.

Sepertinya ini cukup ya untuk mengetahui dimana saja beliau berada selama ini… dan hingga kini kalau ke Fak Farmasi Univ Airlangga agak sulit mencari beliau.. tetapi kalau mencarinya di RS Universitas Airlangga mulai pagi beliau berada disana.

Demikian yg bisa disampaikan… tulisan ini sama sekali bukan iklan ya.. karena beliau sudah laku sejak 31th silam…

Mengapa banyak sekali penyakit yang dapat diobati dengan menggunakan teh? Hal ini karena kuncinya adalah sifat antioksidan kandungan utamanya yaitu epigalokatekin galat (EGCG) yang sangat tinggi.

Semua antioksidan sangat baik untuk menyembuhkan berbagai penyakit degeneratif yaitu penyakit yang disebabkan karena faktor usia atau gaya hidup (life style) seperti diabetes, penyakit jantung coroner (PJK), osteoarthritis (penyakit tulang), osteoporosis (pengeroposan tulang) dan sebagainya.

Teh sendiri ada berbagai macam yang digunakan di masyarakat, ada teh hijau, teh o’olong, teh hitam, teh putih, teh wangi dan sebagainya.

Apa bedanya dari berbagai teh tersebut dan mana teh yang paling bagus untuk dikonsumsi?
Teh hijau adalah teh yang dibuat tanpa fermentasi. Setelah teh dipetik segera di layukan untuk menghentikan proses oksidasinya. Dengan demikian kadar EGCGnya paling besar karena EGCG bisa rusak akibat proses oksidasi.

Dan warna dari Teh hijau bukanlah hijau.. tetapi lebih ke arah coklat kemerahan. Kalau menemukan teh hijau dengan warna hijau banget dan gonjreng berarti didalamnya ada kandungan pewarna.

Teh o’olong yaitu teh yang mengalami fermentasi, namun hanya sebentar sehingga kadar EGCG nya sedikit menurun akibat fermentasi. Proses fermentasi ini diperlukan untuk mendapatkan rasa dan aroma yang tepat agar disukai oleh konsumen.

Teh hitam adalah teh yang diproses dengan fermentasi penuh sehingga kadar EGCG nya lebih rendah lagi dibandingkan dengan teh o’olong, tetapi telah merubah merubah rasa teh tersebut.

Teh putih adalah teh yang diproses persis sama dengan teh hijau, namun teh ini diambil dari daun teratas (pucuk). Kadar EGCG nya tidak setinggi teh hijau, namun harganya sangat mahal karena jumlahnya tidak besar.

Teh wangi adalah teh yang ditambahkan bunga seperti bunga melati agar menghasilkan aroma wangi dan rasa yang khas.

Memang minum teh terdapat keasikan tersendiri, oleh karena itu ketepatan lama fermentasi sangat berpengaruh pada aroma dan rasa teh sehingga setiap jenis teh memiliki penggemar tersendiri.

Ada komunitas yang lebih menyukai teh hijau, ada yang lebih suka teh hitam dan sebagainya. Akan tetapi jika teh dimaksudkan untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang maksimal, maka teh hijau merupakan pilihan yang terbaik karena kandungan EGCG nya yang tertinggi terlepas rasanya disukai atau tidak.

Tetapi hal ini bukan berarti teh hitam, teh o’olong dan teh yang lain tidak memiliki manfaat bagi kesehatan, ada khasiatnya tetapi kadar EGCGnya tidak setinggi teh hijau.

Oleh karena itu banyak yang mengatakan bahwa teh hitam juga memiliki khasiat seperti teh hijau. Hal ini tidak salah, namun tentu sifat antioksidan teh hijau lebih tinggi dari teh hitam dan teh hijau tentu lebih berkhasiat.

Jika untuk pengobatan atau pencegahan suatu penyakit pilih yang ekstrak…yang dibuat dari ekstrak air teh hijau dengan proses spray drying. Ekstrak air teh disemprotkan dalam ruang vakum dalam suhu tertentu sehingga ekstrak akan terpisah dari komponen airnya.

Diharapkan dengan teh hijau ektrak dengan partikel mikro, kita mendapatkan manfaat EGCG yang lebih banyak , karena dalam banyak jurnal manfaat EGCG dalam teh hijau tersebut baru bisa dipakai untuk pencegahan adalah sekitar 160-200mgr sekitar 10 gelas teh hijau setiap hari. Jika berupa ekstraksi maka dapat diatur dosis EGCG yang diinginkan agar dapat memberi manfaat yang maksimal bagi semua penggunanya.

BERAPA DOSIS UNTUK TERAPEUTIK ?

Masalah berikutnya yang muncul adalah seberapa banyak teh yang dibutuhkan agar dapat membunuh sel kanker? Apakah satu gelas teh sudah cukup untuk membunuh kanker? Tentu jawabnya tidak. Jika demikian seberapa banyak 100 uM seperti hasil penelitian di atas. Satuan uM (mikro Molar) adalah satuan untuk konsentrasi EGCG di dalam darah, sehingga untuk mengetahui seberapa banyak EGCG yang dibutuhkan harus dirubah dahulu ke dalam bentuk milligram.

Dengan asumsi volume darah manusia dewasa sebanyak 5 liter, maka diperoleh dari perhitungan bahwa 100 uM EGCG setara dengan sekitar 225 mg. Dalam satu gelas teh hijau biasa, terkandung didalamnya sekitar 20-35 mg EGCG, sehingga dibutuhkan kira-kira 7 sampai 11 cangkir teh untuk mendapatkan hasil yang sama dan harus dilakukan 3 kali sehari agar diperoleh jumlah yang konstan.

Dengan demikian dibutuhkan total 21-33 cangkir teh hijau setiap hari. Apabila menggunakan EKSTRAK Teh hijau , 1 sachet mengandung 160 mg EGCG. Untuk mendapatkan kandungan 100 uM EGCG di dalam darah dibutuhkan 2 sachet ekstrak atau 2 cangkir ekstrak hangat dalam sekali minum dan dilakukan 3 kali sehari yaitu pagi 2 sachet, siang 2 sachet dan malam 2 sachet atau 6 sachet perhari.

Jumlah air hangat yang dibutuhkan terserah disesuaikan dengan selera. Dengan demikian penderita kanker dalam melakukan terapi teh menggunakan ektrak teh hijau sangat santai dan nyaman.

Rasa ekstrak teh hijau untuk terapeutik harus alami dan segar, tidak berwarna dan tidak memiliki aroma.. agar manfaatnya bisa maksimal sehingga yang mengkonsumsinya seolah-olah tidak sedang melakukan terapi.

Walaupun digunakan tidak menggunakan gula rasa tetap enak dan badan terasa nyaman, bahkan orang sehatpun sebaiknya mengkonsumsi yang ekstraksi untuk menjaga kesehatan tubuhnya. Bagi orang sehat cukup 1-2 sachet per hari pada pagi hari.

Salam sehat

Wassalamualaikum Wr Wb

Andriani Primardiana
Djoko Agus Purwanto

*bukaniklan#
*pilihtehhijauyangberkualitas#
*diproduksiberdasarpenelitian#
*jadikantubuhmenjadidokterbagikitasendiri#
*jangandzalimterhadaptubuh#
*konsumenharuspinter#
https://www.youtube.com/watch?v=aYvlKlCiYSw

????????????????????????????????????

Read more...

TIPS MEMBUAT MASKER DARI SISA BUBUK EGCG DARI BUNGKUS SACHET MEDITEA

*setelah diseduh jangan langsung dibuang bungkusnya
*ambil kira² 1/4 sendok teh larutan MediTea… tuang dalam sachet nya .. aduk dengan menggunakan jari sehingga sisa EGCG dalam bungkus sachet tercampur homogen
*oleskan pada wajah hingga merata
*tunggu hingga kering.. diamkan selama 15-30 mnt
*Insha Alloh dalam 1 minggu akan kelihatan hasilnya
*bagi para remaja yg berjerawat Insha ALLOH merupakan solusinya daripada menggunakan obat² kimiawi, dengan disertai minum MediTea 2 sach sehari

MANFAAT EGCG

1. memperkecil pori² kulit
2. menipiskan flek² terutama akibat kemoterapi dan radiasi
3. mencerahkan wajah
4. menipiskan keriput.. atau mengencangkan kulit

KOQ BISA ???

Ini logikanya … karena ekstrak teh hijau itu adalah anti oksidan yang tinggi.. maka kandungannya memang dahsyat karena EGCG itu anti oksidannya

100 x lebih tinggi dari vit. C
25 x lebih tinggi dari vit. E

So tunggu apalagi.. manfaatkan sisa bubuk EGCG dalam sachet MediTea.. selamat mencoba.. laporin hasilnya ya…. sebelum dan sesudahnya… matur nuwun..

JIKA YANG GAGAL SAJA AMPUH APALAGI BIANGNYA
PRODUK YANG BAIK ITU ADALAH YANG MEMBERI MANFAAT MAKSIMAL BAGI PARA PENGGUNANYA HINGGA TITIK DARAH PENGHABISAN

APAKAH ADA BEDANYA DENGAN PRODUK MEDITEA YANG GAGAL?

Perbedaannya adalah pada kepekatannya… tetapi manfaatnya sama kata mas Djoko Agus Purwanto

Read more...

APAKAH KANKER MERUPAKAN PENYAKIT TURUNAN.. APA PENYEBABNYA.. KENAPA KOQ BISA TERJADI.. 

Assalamualaikum Wr Wb
salam sehat , ceria dan bahagia dari Surabaya.
Kalau mulai beberapa hari kemarin banyak yg sy share tentang kaum “sodomsek” maka kembali ke laptop… saya share video edukasi tentang

“APAKAH KANKER MERUPAKAN PENYAKIT TURUNAN.. APA PENYEBABNYA.. KENAPA KOQ BISA TERJADI.. 
DIJAWAB KUMPLITTT OLEH Prof.Dr.Djoko Agus Purwanto via video edukasi seri 3
https://www.youtube.com/watch?v=63m8rpdd33U
ini link nya .. diklik ya..

Sedikit penjelasannya dibawah ini, lebih jelasnya ada di video..

Kanker disebabkan karena kerusakan DNA. Kerusakan DNA bisa disebabkan karena paparan gelombang elektromagnetik, virus, senyawa kimia. EGCG yang terdapat dalam teh hijau (MediTea) dari hasil penelitian dapat meningkatkan sistim perbaikan DNA.

Perbaikan DNA ini diciptakan oleh Tuhan secara berlapis² di dalam tubuh untuk menghindarkan manusia terkena kanker. Namun pada saat sistem perbaikan DNA ini lemah atau tidak berlangsung dengan baik, maka sel kanker bisa dengan mudah berkembang di dalam tubuh. Oleh karena itu dibutuhkan peningkatan sistem perbaikan DNA secara terus menerus karena kita tidak pernah tahu kapan terjadinya kerusakan DNA dalam tubuh tersebut.

Minum teh hijau (MediTea) setiap hari akan meningkatkan sistim perbaikan DNA dan mencegah terbentuknya sel kanker.

Kanker bukan penyakit keturunan atau diturunkan dari orang tua ke anaknya, juga bukan penyakit menular. Jika seseorang menderita kanker yang sama dengan orang tuanya, hal ini disebabkan karena terjadi pewarisan kepekaan ke anaknya. Sehingga anak tersebut rentan untuk menderita kanker.

Untuk mencegah timbulnya sel kanker baru dianjurkan untuk selalu mengkonsumsi teh hijau (MediTea) setiap hari agar sistim perbaikan DNA selalu terjaga
Semoga bermanfaat

Andriani Primardiana
Djoko Agus Purwanto

Read more...

BAGAIMANA JIKA DOSIS BERLEBIH ? BERBAHAYAKAH UNTUK GINJAL?

BAGAIMANA JIKA MENGGUNAKAN EGCG (MediTea) DENGAN DOSIS BERLEBIH ??? BAHAYAKAH UNTUK GINJAL??

MediTea hanya berisi ekstrak teh saja dengan bahan pembawa yang aman. Menurut FDA (US Food and Drug Administration), katekin di dalam ekstrak teh hijau dinyatakan masuk dalam kategori GRAS (Generally Recognized as Safe) dengan GRAS Notice nomer GRN 259 artinya dikenal aman untuk digunakan bahkan dalam jangka waktu yang lama.

Hal ini karena EGCG selain senyawanya sendiri tidak toksik, juga termasuk senyawa yang mudah larut dalam air sehingga jika berlebih akan mudah dikeluarkan melalui urin.

Studi pada penggunaan ekstrak teh per oral (mulut) diperoleh bahwa untuk orang dengan berat 60 kg, penggunaan ekstrak teh sebanyak 150 gram setiap hari masih taraf aman (Hsu et al., 2011).

Uji toksisitas terhadap penggunaan EGCG diperoleh bahwa konsumsi EGCG sebanyak 30 gram sehari dan digunakan setiap hari masih tidak dijumpai adanya efek samping atau NOAEL (No Observed Adverse Effect Level) (Isbrucker et al., 2006).

Jadi dosis EGCG dalam 2 sachet Meditea 160 mgr/sachet, pagi-siang-malam dalam sehari masih jauh di bawah hasil penelitian tersebut, artinya masih terlalu kecil untuk menghasilkan efek samping.

BEBERAPA KONSUMEN MENANYAKAN BAGAIMANA EFEK EGCG TERHADAP GINJAL???

Jumlah EGCG yang diakumulasi pada ginjal hanya 0,28% dari total yang kita minum (Chen & Lin, 2015) dan bahkan EGCG sangat bermanfaat bagi ginjal karena mencegah RENAL FIBROSIS & KERUSAKAN SEL GINJAL AKIBAT PEMBENTUKAN BATU GINJAL (Kanlaya et al., 2016).

BERAPA DOSIS UNTUK MEMBUNUH SEL KANKER ???

Masalah berikutnya yang muncul adalah seberapa banyak teh yang dibutuhkan agar dapat membunuh sel kanker? Apakah satu gelas teh sudah cukup untuk membunuh kanker? Tentu jawabnya tidak.

Jika demikian seberapa banyak 100 uM seperti hasil penelitian di (foto) . Satuan uM (mikro Molar) adalah satuan untuk konsentrasi EGCG di dalam darah, sehingga untuk mengetahui seberapa banyak EGCG yang dibutuhkan harus dirubah dahulu ke dalam bentuk milligram.

Dengan asumsi volume darah manusia dewasa sebanyak 5 liter, maka diperoleh dari perhitungan bahwa 100 uM EGCG setara dengan sekitar 225 mg.

PERBANDINGAN KANDUNGAN EGCG PADA TEH HIJAU BIASA DENGAN MEDITEA

Dalam satu gelas TEH HIJAU BIASA (berupa daun kering/bubuk) yg bukan merupakan ekstraksi

HANYA terkandung EGCG didalamnya sekitar 20-35 mg EGCG, sehingga dibutuhkan kira-kira 7 sampai 11 cangkir teh untuk mendapatkan hasil yang sama dengan 1 sach MediTea dan harus dilakukan 3 kali sehari agar diperoleh jumlah yang konstan. Dengan demikian dibutuhkan total 21-33 cangkir teh hijau curah (Tehjo dariJapan n Cina) setiap hari. Untuk yang curah pernah dihitung kadar EGCG nya lebih rendah lagi.

Apabila menggunakan Teh Hijau Ekstrak (molekulnya berukuran mikro) MEDITEA,

Dalam 1 sachet MediTea mengandung 160 mg EGCG. Untuk mendapatkan kandungan 100 uM EGCG di dalam darah dibutuhkan 2 sachet Meditea atau 2 cangkir MediTea hangat dalam sekali minum dan dilakukan 3 kali sehari yaitu pagi 2 sachet, siang 2 sachet dan malam 2 sachet atau 6 sachet perhari. Jumlah air hangat yang dibutuhkan terserah disesuaikan dengan selera.

Dengan demikian penderita kanker dan penyakit degeneratif lainnya (hipertensi, Diabetes Melitus, Stroke, jantung, kolesterol, asam urat dll) dalam melakukan terapi teh menggunakan Meditea sangat santai dan nyaman.

Rasa Meditea sengaja dibuat dengan rasa yg alami dan segar disesuaikan dengan teh hijau dari negeri Sakura yang dipakai untuk upacara minum teh, agar pasien merasakan kenyamanan serta tidak terbebani seolah-olah tidak sedang melakukan terapi.

Walaupun disarankan penyeduhannya tidak menggunakan gula rasa dari MediTea tidak pahit dan tetap enak, bahkan masih lebih pahit teh tawar yg biasa kita beli di Warteg dibandingkan MediTea. (ini bukan ngiklan.. ttp kenyataan, karena dibuat berdasarkan selera dari penelitinya dan istrinya yg super duper cerewetnya…sssttt ini sangat rahasia)

DOSIS PENCEGAHAN
Bagi orang sehat cukup 1-2 sachet per hari pada pagi hari.

NOTED :
Tulisan ini sengaja kami sampaikan kepada bapak, ibu serta saudara sekalian agar mendapatkan informasi yang benar tentang teh sebagai anti kanker yang didasarkan pada bukti hasil penelitian yang sudah dilakukan oleh para ilmuwan dan direview oleh para ahli di bidangnya sehingga hasilnya dapat dipertanggung jawabkan dan dipercaya.

Kami menyadari bahwa bagi penderita kanker waktu sangatlah penting untuk bisa meraih kesehatannya kembali. Informasi yang kami sampaikan bukanlah sekedar pendapat atau katanya orang, tetapi sebagai buah dari penelitian yang dilakukan di laboratorium yang apabila terdapat kejanggalan cara berpikir atau alur logika yang tidak benar pastilah ditolak untuk dipublikasikan sebagai kebenaran ilmiah.

MediTea diproduksi oleh PT.Asimas untuk PT.Dharma Putra Airlangga yg merupakan perusahaan milik Universitas Airlangga. Produksi terbaru disempurnakan dengan hologram LOGO Universitas Airlangga.

PUSTAKA

Chen, ZM., & Lin, Z., 2015. Tea and human health: biomedical functions of tea active components and current issues. J Zhejiang Univ Sci B., 16(2):87-102

Du, GJ., Zhang, Z., Wen, XD., Yu, C., Calway, T., Yuan, CS., and Wang, CZ., 2012. Epigallocatechin Gallate (EGCG) Is the Most Effective Cancer Chemopreventive Polyphenol in Green Tea. Nutrients, 4, 1679-1691

Hsu YW, Tsai CF, Chen WK, et al., 2011. A subacute toxicity evaluation of green tea (Camellia sinensis) extract in mice. Food Chem Toxicol. 49(10):2624–2631.

Isbrucker RA, Bausch J, Edwards JA, et al., 2006. Safety studies on epigallocatechin-3-gallate (EGCG) preparations. Part 1: genotoxicity. Food Chem Toxicol. 44(5):626–635.

Kanlaya, R., Khamchun, S., Kapincharanon, C., & Thongboonkerd, V., 2016. Protective effect of epigallocatechin-3-gallate (EGCG) via Nrf2 pathway against oxalate-induced epithelial mesenchymal transition (EMT) of renal tubular cells. www.nature.com/scientificreports

Siegel, R., Naishadham, D., Jemal, A., 2012. Cancer Statistics. CA: Cancer J. Clin., 62, 10–29. �

Surabaya, 21 Desember 2017

video edukasi klik dibawah ini
https://youtu.be/pKxGj-O0MVM

Djoko Agus Purwanto
Andriani Primardiana

*bukantulisanabal²#
*ygpromoMENRISTEKDIKTI&REKTORUNAIR#
*produkUnggulanUniv.Airlangga#
*lengkapjurnalpendukungnya*
*dosisdihitungdengancermat#
*PilihTehHijauYgTerstandart#
*warnacoklatkemerahan#
*tanpaendapan#
*tanpapewarna#
*tanpaperasa#

Read more...

TENTANG TEHJO MERK LAIN

Terkait dgn banyak yg minta masukan ttg merk tehjo T****** atau apapun merk nya bukan wewenang kami utk mnjelaskan,monggo dibaca ilmu EGCG yg ditulis oleh AHLINYA dengan DATA PENUNJANG ILMIAHNYA, silahkan pemirsa untuk memilihnya.

Kami hanya menjelaskan tentang ilmu memilih tehjo .. kebijakan untuk mengkonsumsinya tergantung pada setiap individu sendiri, memilih berdasarkan kejujuran dan hati nurani..

Sehat , kurang sehat dan tidak sehat adalah pilihan, karena cara mensyukuri nikmatNya adalah dengan memilih makanan dan minuman menurut Islam hanya ada 2 yaitu “yg halal” & “THOYYIB” .. tidak ada persyaratan harus hejoo , merah ,wangi dan yg penting ke dua point diatas.

Di dalam Al Qur’an, disebutkan beberapa kali kata ‘halal’ yang digabungkan dengan “thayyib(baik)”. Seperti firman Allah Swt dalam QS. Al Maidah ayat 88:

“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya”.

Demikian pula dalam QS. An Nahl ayat 114: “Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya menyembah kepadaNya.”

Juga dalam QS. Al Baqarah ayat 168: “Hai manusia makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah mengikuti langkah-langkah syaitan. Sungguh, syaitan itu musuh yang nyata bagimu.”

Dan QS. Surat Al Anfal ayat 69: “Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kamu peroleh itu, sebagai makanan yang halal lagi baik, dan bertaqwalah kepada Allah.Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

Selanjutnya tulisan² kami versi FB ini segera akan diterbitkan dalam versi ilmiah dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia versi science resmi ditulis oleh Prof.Dr. Djoko Agus Purwanto, masih melalui proses editing dan akan diterbitkan oleh Penerbit Universitas Airlangga… diberikan secara free untuk Kalangan Sendiri. Tulisan ini akan ditulis secara berseri agar semua Tenaga Medis bisa belajar dan membaca ilmu tentang EGCG serta update pencapaian penelitian yg terkini.

Tapi kalau yg baik² dengan saya bisalah nanti merapat hehehehehe cuman kalau dalam bahasa emak² rempong seperti ini hanya ada disini … yg lebih banyak bumbu penyedapnya dan cerita² kurang pentingnya.

Assalamualaikum Wr Wb
Surabaya 22 Desember 2017
Wassalamualaikum Wr Wb

Salam sehat , ceria dan bahagia yg kelupaan ditulis diatas … sutralah ini tulisan versi “kejungkel” nya

Andriani Primardiana

*ayobelajar#
*calonpasien dan pasienharus pinter#
*agarbisabebasjadipasien#
*jangansemuadimakan#
*selingidenganberpuasa#
*ProdusenMaMinharusjujur#
*rejekinggakakanketukar#
*karenaALLOHselalubersamakita#

Read more...

TAHI LALATPUN COPOT

Beberapa waktu lalu sempat disarankan utk operasi andeng² yg gatal sangattt dan sering berdarah kalau kegesek celana jeansku.. karena posisi di paha samping kanan ternyata sejak bbrp minggu ini mengering.. mretheli sedikit demi sedikit.. dan akhirnya pagi ini sudah hilang sama sekali dan tidak berbekas..

Sempat merasa “ngeri² sedap jika menhadapi hal² ini.. kata suami.. jangan meremehkan “tahi lalat” meski kecil tetapi jk ada keganasan mending berupa daging sekilo ttp tdk ada keganasan. Emang benjolan daging sekilo bisa dirawon?? memang enteng yg bicara ttp yg diajak ngomong ini seperti tertindih Gunung Himalaya.

Karena ciri² suatu benjolan itu ganas adalah gampangnya dia berdarah.. karena memiliki pembuluh darah yg tidak sempurna akibat angiogenesis.

Kemudian ada kejadian “produksi MT yg gagal” karena mesin rusak.. rame²lah kami anak beranak + bapak menggunakannya sebagai masker, banyak teman² dan saudara² yg datang ke rumah kami beri masker tersebut.

Awalnya saya sangat sedih karena suami bilang “Dik.. jangan terlalu kurus.. keriput banget lho sekarang”.. namanya wanita dibilang keriput itu sangatlah dahsyat yg tadi saja gegara tahi lalat sudah serasa ketiban gunung, dibilang keriput & kelihatan tua.. rasanya seperti dunia kiamat.. ini suami koq ya tega bangettt.. mbok bilangnya dengan bahasa yg lebih “beradab”

Akhirnya istrinya ini mulai gugling.. bagaimana kalau pasang benang?? Botox ? injeksi Vit. C..dan terakhir operasi plastik… terus nanya ke teman² sejawat suami seniornya mas Djoko Agus Purwanto jawab beliau juga menjengkelkan “wes to dik Andri.. mbok disyukuri wae.. ra sah ngono² barang.. wes ora nganggo oksigen wae kuwi nikmat luar biasa, ben elek neng ndhonyo ngko ayu neng surgo”.. jawaban yg mak jleb.

Ketemulah dengan Diaz Adi Pradana.. ibunya tanya.. Diaz.. kalau oplas itu bagaimana? Lha koq jawabnya juga menyakitkan hati.. Sopo Ma seng apene oplas?? Mama ta?? walah Ma meski temanku banyak yg PPDS Bedah Plastik laopo seh kathek macem².. ngono ae papaku yo wes gelem koq… wes gak usah macem² Ma..pancen wes umur 50 lebih yo keriput.. gemukin lagi saja biar seger lagi wajahnya.

Jawaban² mereka semua sungguh membuat ibunya menjadi gegana.. (gelisah galau dan merana dengan sangat).. akhirnya balik lagi ke suami.. Pa.. terus aq piye?? Dik .. yo wes lah gak apa² kata beliau dengan setengah nyesel karena dibisiki Deifa Arshhanti Pratiwi kalau ibunya stress… kemudian beliau bilang.. coba maskerin pakai MT gagal saja.

Dan istrinya ini jadi suenengggg langsung mulai mencampur EGCG gagal tsb dg air hangat sesuai anjuran suami. Sambil iseng saat memasker wajah..tangan ini juga memasker tahi lalat yg “super gatal” .. wajah akan terasa ketatttt.. tertarikkk… , begitu juga tahi lalatku..

Dan… taraaaa….di wajah memang hasilnya spektakuler.. dalam 1x pakai pori²nya sepertinya mengecil.. wajah lebih terang… belum berani ngomong ke siapa².. tapi suami menjadi pengamat yg sangat setia.. dan akhirnya beliau berkata “keriputnya udah menipis ya dik”.. si Apin.. wajahnya lebih cerah.. aplg si Deifa Arshhanti Pratiwi.. kecuali mas Djoko Agus Purwantodan Diaz yang tidak mencobanya.

Dan laporan dari teman² yang sudah dibagi EGCG Inggrid Hergawati, Oma Rini ‘ade’ Martini, mb Ida FirdausAlya AchmadLestari DianingsihElisa Tetradiono (Viko, Farel), Ririn AlfiMas IwanOm Ardhy, tante Dwi Aprianibeserta (Alwin, Allen) , mbk Ira Pitaloka, Teh Tati FatimahIlmiaty Nuraini, mbk Iva IrmafaniNur AnggrainiSanti Basri Bonis beberapa sudah melaporkan hasilnya sangat positif .. jerawat langsung kering, wajah lebih cerah.. flek menipis.. (maaf hanya untuk orang² terdekat kami saja)

Alhamdulillah..
Ini cerita pagiku… tapi jangan tanya ya apakah kami jualan maskernya… ini masker tidak dijual…dan belum ada keinginan dan cita² untuk memproduksinya. Hanya memanfaatkan produk gagal yg nilai nominalnya membuat “njegrik”

Tetapi benar kata suami.. Untung dan rugi itu hanya ada di dunia.. kita tidak pernah tahu jikalau ternyata produk yg mengalami kegagalan produksi krn kelembabannya 8% yang seharusnya bisa dipakai untuk MediTea di stop di perjalanan karena mas Djoko menetapkan kelembaban dalam 1 sach MediTea max 4% dibawah ketentuan BPOM yg memperbolehkan dibawah10%.

Ternyata kerugian akibat kegagalan produksi yg nominalnya “aduhai” tersebut mempunyai hikmah dg “mrotolnya tahi lalat yg gatalnya sangattt dan terakhir juga berasa cenut²”

NB :
karena status saya pagi ini.. mas Djoko sudah mendapat japri dari teman² Kulit yang sangat antusias untuk meneliti kasus mrotholnya andeng² saya, semoga kasus EGCG yg gagal ini bisa bermanfaat.

TIPS MEMBUAT MASKER DARI SISA BUBUK EGCG DARI BUNGKUS SACHET MEDITEA

*setelah diseduh jangan langsung dibuang bungkusnya
*ambil kira² 1/4 sendok teh larutan MediTea… tuang dalam sachet nya .. aduk dengan menggunakan jari sehingga sisa EGCG dalam bungkus sachet tercampur homogen
*oleskan pada wajah hingga merata
*tunggu hingga kering.. diamkan selama 15-30 mnt
*Insha Alloh dalam 1 minggu akan kelihatan hasilnya
*bagi para remaja yg berjerawat Insha ALLOH merupakan solusinya daripada menggunakan obat² kimiawi, dengan disertai minum MediTea 2 sach sehari

JIKA YANG GAGAL SAJA AMPUH APALAGI BIANGNYA

Surabaya, 23 Desember 2017

Andriani Primardiana

Read more...

TENTANG KAMI & MediTea

Assalamualaikum Wr Wb
Selamat pagi…. salam sehat.. dan bahagia dari Surabaya…

Teman² yang ngajukan pertemanan itu banyak sekali..ttp kadang bingung bgmn mau menerima ada yg gak jelas fotonya… ini laki atau perempuan, ada jg yg isi wall nya hanya jualan thok tanpa ada interaksi sama sekali… bukan nggak setuju wong saya juga pedagang… … kemudian ada yg isinya hanya ngajakin jadi MLM beserta bonus² yang akan didapatkan.. ada juga yg isinya hujatan disepanjang wall nya… untuk yg begini langsung sy delete.. karena meski hanya di dunia maya tapi silaturahim ini harus dipertanggung jawabkan kelak. Jadi menurut saya meski ini pertemanan di dunia maya juga harus beretika dan harus membawa manfaat serta kebaikan..

Kemudian ada yg bilang.. kan bu Andri jg jualan MediTea??? Isi wall saya sebenarnya saya tujukan untuk sharing informasi kesehatan… berbagi cerita.. jika didalamnya mengandung iklan karena sosok saya dan suami sudah terlanjur melekat pada brand MediTea.

Sehingga ketika ada yg bertanya berapa sis harganya.. jujur.. ini adalah pertanyaan yg membuat saya merasa sangat tidak enak menjawabnya, serasa ada beban yg beratttt sekali..
Terus ada juga yg bertanya.. bisa tidak harganya didiscount?? semakin gludak .. bingung mau dijawab apa. Biasanya saya jawabnya laaammmmaaa banget karena harus berperang dengan emosi dalam diri.

Dalam fikiran saya .. timbul banyak pertanyaan.. apakah beliau ini tidak mampu?? apakah beban ekonominya sangat berat? sehingga sebelum saya jawab saya selalu bertanya.. ibu & bpk apakah sedang sakit? bagaimana kondisinya saat ini?? setelah terbangun pembicaraan saya baru bisa menilai bagaimana karakter beliaunya.. dan kami segera mengambil keputusan yg mnrt kami paling tepat.

Banyak sekali sisi yg menjadi pertimbangan kami dalam produk ini, yg menjadi tujuan utama kami adalah bagaimana produk ini bisa membantu banyak orang agar terhindar dari penyakit degeneratif. Penekanannya sebenarnya bukan pada pendampingan pengobatan.. tetapi hanya kearah ihtiyar pencegahan. Dan jika banyak yang mendapat manfaat dalam ihtiyar penyembuhannya itu adalah hadiah terindah yg membuat kami berbahagia.

MediTea bukan obat untuk 1001 penyakit … tetapi murni isinya adalah antioksidan.. lha kalau kenyataannya dalam riset yang dilakukan suami dan ribuan peneliti dari seluruh dunia bahwa antioksidan EGCG dalam teh hijau memberikan ribuan manfaat .. menurut kami itu adalah kebaikan² yang diberikan ALLOH agar manusia senantiasa bersyukur atas nikmatNya.

Semakin kami belajar dari kehidupan .. sepertinya kami menjadi sangat haus untuk belajar.. menjadikan semangat untuk suami mencari jurnal² yg sudah dipublikasikan dari seluruh dunia atas laporan dari riset tentang antioksidan padaTeh hijau ini. Para peneliti membuat penelitian yang berbeda² mulai dari hal yg paling paling banyak terjadi di masyarakat.. tentang EGCG dalam alergi.. utmuk kanker.. untuk penyembuhan luka.. untuk kulit.. untuk kanker otak.. untuk Diabetes… untuk mata.. untuk rambut.. rasanya tidak akan habis topik untuk membahas dan meneliti anti oksidan ini.

Bagi peneliti seperti suami yang memang menjadikan ini semua menjadi hobby beliau.. semakin didalami ilmu ini semakin terbuka luas kemungkinan² kebaikan yang diperoleh dari nikmatNya .. hanya dari daun teh saja kebaikanNya demikian banyak hingga tidak terhingga… betapa kecilnya manusia ini dibanding ilmu Tuhan yang tidak berbatas. Manusia yg sangat terbatas ini baru sedikit saja mendalami 1 zat yg namanya EGCG saja butuh waktu ratusan tahun.. sehingga jika jatah hidup seusia Rasululloh itu 63th.. berarti sekarang yg sudah 58+++ sisanya hanya 5th… lha kalau hingga sekarang selama 21th meneliti dapat ilmunya baru sedikit… kalau hanya meneliti sendirian 5th itu belum tentu ketemu 1 rahasia Alloh.

Sehingga beliau mencoba mengajak banyak mahasiswanya dan banyak teman² dari farmasi dan dokter untuk bersama² menelitinya. Kalau saat ini para dosen yunior agak malas mengajak senior karena pasti yg ngerjain risetnya adalah mereka sendiri dan si senior juga dapat nilainya karena pasti biasanya minta namanya di depan sehingga si dosen muda ini hanya dapat nilai kum yg sedikit karena harus berbagi…. maka jika bersama beliau.. yg sudah tidak butuh lagi nilai untuk kenaikan pangkatnya.. tidak butuh lagi kemashuran namanya… Alhamdulillah saat ini banyak para peneliti muda yang merapat ke beliau untuk bersama² meneliti teh hijau ini.

Beliau akan mensupport dari belakang.. reagen² dan zat² aktifnya yang memang sangat mahal diberikan dari suami.. sehingga peneliti² ini merasa lebih ringan.. dan lumayan terbantukan.. maklum para mahasiswa ini untuk melakukan riset teh hijau sangat berat di ongkos.. lha wong zat aktif EGCG murni ini harganya nyaris sama dengan berlian berkarat² sedang dana riset mereka didanai sendiri. Semoga ke dua anak kita si Diaz Adi Pradana dan Alfin Putratama ada yang mau meneruskan penelitian EGCG dalam bidang² yg mereka pelajari.

Apa sih yang dicari sama suami dalam hal ini? sebenarnya sangatlah sederhana saja semakin banyak yang bisa menemukan manfaat lainnya dari EGCG dalam Teh Hijau ini maka semakin banyak berkah dalam sisa usianya … ibaratnya kalau nyari sendiri hingga meninggalpun tidak akan terkumpul dan belum cukup untuk menjadikan ALLOH ridho kepada kita. Tetapi jika banyak yang mendapatkan nilai kebaikan dan manfaat dari ilmu ini.. maka kebaikan² ini akan semakin meluas dan meliar kemana².. baik untuk yang meneliti maupun untuk penerima manfaatnya.

Lho koq jadi kemana² ceritanya… inilah kesesatanku.. kalau bikin cerita gak jelas alurnya.. tapi ketika mau dihapus koq ya sayang… karena memang ciri² mantan dan para pasien kanker itu pikirannya kadang terlau jauhhhh … banyak yang ingin sekali diselesaikan dalam satu waktu… maunya itu lho banyakkkkk… pikirannya sering kemenong²… terus mikir lagi.. apakah ini merupakan iklannya MediTea??? wes lah.. mbohhh… tetapi semoga upaya dan ihtiyar kami untuk menyebarkan kebaikan bagi banyak orang bisa menular terus ke semua orang menjadi suatu Multi Level Manfaat Kebaikan…

Wassalamualaikum Wr Wb

Andriani Primardiana
Djoko Agus Purwanto

*cerita.ngalorngidul#
*curcolsaja#
*bukaniklan#

Read more...

BOLEHKAH EGCG (MediTea) DIKONSUMSI OLEH PASIEN DENGAN KEMOTERAPI ORAL (KEMOTERAPI DENGAN OBAT MINUM)?

Assalamualaikum Wr Wb
Salam Sehat dan bahagia dari Surabaya
Karena video edukasi tentang Bagaimana EGCG (MediTea) untuk pasien yg sedang menjalani chemotherapy dan radiasi.. https://youtu.be/pKxGj-O0MVM

Bagaimana dengan pasien kanker dengan chemotx secara oral (kemoterapi dgn obat minum) bagaimana cara konsumsi MediTea nya? Apakah harus diberi jeda atau dihentikan konsumsinya.

Untuk pasien yang menggunakan obat kemo tablet Xeloda (Capecitabine) yang di dalam tubuh menjadi 5 FU (5 Fluoro Uracil) , di beberapa penelitian terbaru pada beberapa jenis kanker (usus, payudara) Pemberian kombinasi EGCG dengan Xeloda membuat pasien kanker yang sudah resistan terhadap kemoterapi menjadi reversal (menjadi sensitive kembali)
Sehingga MediTea tetap aman digunakan bagi pasien yg mengkonsumsi Xeloda, dan hasil riset dari jurnal Experimental & Therapeutic Medicine January 2012 yang artikelnya benar² terseleksi menyebutkan bahwa penggunaan EGCG bersama Xeloda bisa menekan pertumbuhan sel kanker.. dibandingkan dengan hanya konsumsi Xeloda saja.

Dosis penggunaannya cukup 3 kali sehari masing2 dua sachet sehingga total 6 sachet sehari. Apakah boleh lebih dari itu??Silahkan ……Meditea aman digunakan. Pemberian 150 gram sehari masih belum ada efek sampingnya ……… justru antioksidannya bisa mengurangi efek samping yang ditimbulkan oleh obat²an kemoterapi tersebut.

Demikian yang bisa disampaikan… semoga bermanfaat
Wassalamualaikum Wr Wb

Andriani Primardiana
Djoko Agus Purwanto

Read more...
WhatsApp chat